CT Scan Jantung

Apakah CT Coronary Angiogram (CT scan jantung) ?

Pada masa lalu, tes fungsional non-invasif yang digunakan untuk mengecek jantung, antara lain treadmill dan tes nuklir yang secara tidak langsung dapat menilai apakah ada penyumbatan di arteri koroner. Satu–satunyacara untuk menilai langsung apakahterdapat penyumbatan di arteri jantungyakni melalui kateterisasi jantung.

CT scan jantung adalah prosedur menggunakan CT multi-slice untuk menghasilkan gambar arteri koroner. Kecepatan sangat penting dalam kemampuan untuk “membekukan” jantung. Karena jantungmerupakan organ yang bergerak cepat, satu-satunya cara untuk mengambil gambar adalah jika kita dapat memindai gambar secepat denyut jantung atau mendekati denyut jantung.

Jantung terus bergerak dan CT scan generasi lama mengambil 1-8 gambar per menit (lebih lambat dari laju jantung) sehinggagambar yang dihasilkan buram. Mesin CT scan generasi baru sekarang dapat mengambil 64, 128 atau 320 gambar per menit.

Bagaimana CT scan jantung dilakukan dan apa saja resiko dari prosedur ini?

Dengan cairan “pewarna” intravena yang mengandung yodium. Pada orang dengan penyakit ginjal atau diabetes, CT scan dapat mempengaruhi fungsi ginjal untuk sementara waktu.

Dalam mesin yang lebih baru, paparan radiasi CT scan jauh lebih kecil daripada MIBI scan atau PET scan jantung.

Seluruh pemeriksaan CT scan dapat dilakukan dengan sekali menahan napas.Sebaliknya, MIBI scan memakan waktu hingga 4 jam dan PET scan jantung bisa memakan waktu hingga setengah jam.

Siapa yang sebaiknya melakukan CT scan jantung?

“Untuk Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner”
Tingkat kemampuan CT scan jantung untuk mendeteksi penyakit arteri koroner adalah 99%. Ini berarti bahwa ketika studi ini dilaporkan normal, maka akan menjadi normal. Hal ini membuat tes ini lebih akurat dibandingkantes – tes lainnya seperti stress-testing, stress echocardiography, stress-talium dan stress-perfusi MRI. Yang terpenting lagi,tidak perlu membuat jantung merasa stress untuk mendapatkan informasi ini.

“Untuk Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner”
Masalah yang sering timbul ketika”Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner” antara lain pada situasi:

Pasien Asimtomatik: (yaitu pasien yang tidak mempunyai masalah, seperti nyeri dada atau sesak napas, tetapi kita perlu untuk mendeteksi penyakit jantung koroner)

  • Pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner
  • Pasien dengan kadar trigliserida yang tinggi dan faktor risiko tinggi lainnya seperti merokok, diabetes, dll
  • Pasien dengan hasil ECG yang abnormal pada check up rutin
  • Pasien dengan hasil tes yang equivocal (meragukan) pada stress test rutin yang dilakukan untuk kepentingan asuransiatau sebagai bagian dari cek up rutin.
  • Pasien penderita hipertensi sedang atau berat
  • Tes awal untuk pasien yang akan menjalani operasi:
    • Perbaikan pra-ASD
    • Perbaikan pra-katup
    • Pra-operasi tumor

Pasien Simtomatik : (yaitu pasien dengan gejala nyeri dada atau sesak napas, tetapi dokter / ahli jantung tidak yakin bahwa pasien memiliki penyakit jantung koroner)

  • Nyeri dada yang tidak biasa (di sisi kanan, ujung bahu, dll)
  • Adanya dugaan sindrom X pada wanita pra-menopause
  • Adanya dugaanmelebarnya otot jantung
  • Arteri jantung yang ganjil, melebar yng disebabkan karena melemahnya dinding jantung.

Indikasi lain:

  • Setelah menjalani operasi bypass.
  • CT scan jantung adalah alat yang sangat baik untuk menilai status cangkokan bypass.Setelah menjalani pemasangan stent (ring).
  • CT scan jantung adalah alat yang sangat baik untuk menilai arteri setelah dipasang stent (ring) yang berukuran diatas 3 mm.
  • Untuk stent (ring) yang berukuran dibawah 2,5mm, hasilnya masih samar-samar.
  • Tumor
  • CT scan jantung adalah alat yang baik untuk menilai tumor pada jantung.

Lebih Lanjut tentang Calsium Score

Calsium score adalah teknik dimana tingkat kalsifikasi di arterijantung diukur dan dinilai. Teknik ini telah ada bertahun–tahundan pada awalnya dilakukan dengan mesin EBCT (elektron beam CT), namun kini dilakukan dengan menggunakan mesin multi-slice CT.

Ada korelasi langsung antara tingkat kalsium dalam arteri jantung dengan resiko penyakit jantung di masa depan. Sebagai contoh, calsium score lebih dari 400 dianggap parah dan diperlukan tindakan untuk mencegah semakin parahnya aterosklerosis dan pembentukan plak. Semakin tinggi calsium score, menunjukkantingginya stenosis (persentase tersumbatnya arteri).

Calsium score 0 tidak mempertimbangkan adanya plak lembut, tapi secara statistik calcium score mempetimbangkan adanya penyakit jantung koroner yang signifikan. Meskipun calsium score tidak menunjukkan plak lunak (yang terbaik dilihat melalui CT scan jantung), semakin tinggi calsium score menunjukkan kemungkinan yang ada plak lunak juga. Pecahnya plak lunak ini merupakan penyebab paling utama dari penyakit jantung (misalnya serangan jantung).

Calsium score dapat ditawarkan sebagai uji tunggal, tetapi karena kita dapat menilai arteri jantung maka tes ini merupakan awal dari pemeriksaan CT scan jantung.

Map

Lim Ing Haan Cardiology Clinic
3 Mount Elizabeth #04-02
Singapore 228510

Waktu Operasi Klinik
Senin-Jumat : 8.30am - 5.00pm
Sabtu : 8.30am - 12.30pm